Siap-siap Kembali Bekerja

Apapun alasan yang mendorong anda kembali bekerja, yang pasti anda harus menyiapkan diri maupun keluarga anda untuk menghadapi situasi baru.  Bagi anda yang memang telah memiliki pekerjaan dan sementara ini hanya cuti melahirkan, tentu lebih mudah menghadapi masa transisi dari tinggal di rumah ke kembali bekerja. Tapi bagi ibu yang cukup lama jeda dari pekerjaannya karena memilih untuk total mengurus keluarga, selain excited mungkin juga merasa sedikit gamang menghadapi saat-saat kembali “terjun ke masyarakat”.  Untuk itu, tidak ada salahnya jika anda mulai melakukan persiapan sedini mungkin.

Menyiapkan Diri

working mom

working mom

Selama 1-2 tahun (atau mungkin lebih) ini anda hanya fokus mengurus anak-anak dan rumah tangga, jadi wajar saja jika anda merasa sedikit nervous ketika kembali bekerja.  Sebab, situasi dunia kerja yang hendak anda masuki ini, sedikit banyak pasti telah berubah dibandingkan dengan situasi ketika dulu anda bekerja.  Oleh karena itu, ancang-ancang pertama yang harus anda ambil adalah meng-up grade pengetahuan dan skill anda.  Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang perkembangan dunia kerja saat ini.  Kalau perlu anda bisa sekolah lagi atau kursus untuk menambah/meningkatkan skill.  Sebelum mengajukan lamaran pekerjaan, tentu anda harus memperbaharui curriculum vitae anda lebih dulu.  Jangan ragu untuk meminta bantuan dan masukan dari pihak lain, seperti suami atau rekan-rekan kerja anda yang dulu.  Siapa tahu mereka memberikan berbagai saran yang bisa anda gunakan untuk menyusun CV yang lebih baik.  Satu hal yang juga penting, anda harus menyiapkan mental, baik untuk menyongsong kehidupan kerja anda yang baru maupun untuk kehidupan “baru” keluarga anda.

Menyiapkan Anak-anak

Kalau selama ini anda sendiri lah yang turun tangan langsung mengurus semua keperluan anak-anak, sebaiknya jauh-jauh hari anda mulai menyiapkan orang yang akan menjaga anak-anak ketika anda bekerja nantinya, entah itu saudara, mertua/orangtua anda, pembantu rumahtangga atau baby sitter/nanny.  Jika calon pengasuh anak-anak anda itu adalah orang yang memang dekat dengan keluarga anda (orangtua/mertua atau pembantu rumahtangga yang sudah ada), tentu akan lebih menguntungkan.  Selain anak-anak anda sudah cukup dekat dengan mereka, anda pun akan merasa lebih tenang.  Tapi jika ternyata anda harus mempekerjakan pengasuh baru, sebaiknya beberapa bulan sebelum kembali bekerja, anda sudah mempekerjakannya.  Dengan begitu selain bertujuan untuk penyesuaian dengan anak-anak, anda punya cukup banyak waktu untuk mengajari dan menilai kerjanya, sebelum anda benar-benar mempercayakan anak-anak anda dalam pengawasannya.

Untuk anak-anak usia prasekolah, anda sudah bisa mengajak mereka “berdiskusi”.  Sehingga paling tidak mereka sudah memiliki pengetahuan awal tentang kondisi-kondisi yang akan datang (ketika anda mulai bekerja).  Jika anda memutuskan sekolah lagi atau mengambil kursus sebelum mulai bekerja, maka itu merupakan waktu yang baik untuk mengajarkan rutinitas baru kepada anak-anak anda.  Bagi anda yang memiliki bayi yang masih menyusu ASI (apalagi yang masih ASI eksklusif), sudah tentu anda harus merencanakan manajemen pemberian ASI kepada buah hati anda pada saat anda bekerja.

Menyiapkan Suami

Meskipun keputusan tentang kembalinya anda bekerja merupakan hasil kesepakatan anda dan suami, tidak ada salahnya jika anda juga menyiapkan suami dengan calon rutinitas baru keluarga anda.  Kalau selama ini suami anda tidak terlalu banyak (atau malah belum pernah) turun tangan langsung dalam pengurusan anak-anak atau tugas-tugas rumahtangga, tidak ada salahnya jika sedikit demi sedikit anda mendorongnya untuk menerjunkan diri.  Lagipula, jika memang kembalinya anda bekerja itu adalah keputusan bersama, seyogyanya suami anda juga punya komitmen untuk ikut mengurus rumahtangga dan anak-anak.

Ketika tiba-tiba anda merasa ragu dengan kemampuan anda atau bahkan dengan keputusan anda untuk kembali bekerja, ingat lah kembali alasan utama yang mendasari keputusan anda tersebut.  Kita tidak akan pernah tahu hasilnya jika tidak mencoba kan…(EG-dari berbagai sumber – 04102005)

Leave a Reply