Kartini Masa Kini

Hari Kartini menurut saya adalah saat dimana kita terutama kaum wanita kembali mengingat sejarah…. Seperti apa perjuangan beliau dulu sehingga kita bisa seperti sekarang… Juga saatnya kita refleksi diri. Harapan ke depan… Saat ini mungkin masih banyak wanita indonesia yg belum merasakan “habis gelap terbitlah terang itu sendiri”….Ika Damayanti, ibu rumah tangga, seorang dosen, make up artist, dan pekerja sosial.

Perayaan Hari Kartini bukan semata tradisi, melainkan pengingat asa dan usaha pendahulu kita untuk memberdayakan kaum perempuan. Hari ini kami ingin menceritakan gambaran Kartini-kartini masa kini yang ada di antara kita, dengan beragam latar belakang maupun pencapaian. Semoga sekelumit cerita mereka bisa memberi makna untuk perempuan Indonesia.

Arti hari Kartini buat seorang Ika saat ini?
Hmm…. Hari Kartini menurut saya adalah saat dmn kita terutama kaum wanitaIka Damayanti kembali mengingat sejarah…. Seperti apa perjuangan beliau dulu sehingga kita bisa seperti sekarang… Juga saatnya kita refleksi diri.. Apakah segala kemajuan yg kita nikmati sekarang ini sudah kita manfaatkan dengan baik… atau justru kebablasan…
Apa harapan kedepannya soal semangat Kartini ini?
Harapan ke depan… Saat ini mungkin masih banyak wanita indonesia yg belum merasakan “habis gelap terbitlah terang itu sendiri”. Why? Krn saya msh sering menemukan sesama wanita yg masih butuh bantuan untuk lebih memaknai hidup : lebih independen,  lebih percaya diri dll…
Bagaimana Ika melihat perempuan Indonesia saat ini terhadap perjuangan Kartini?
Senang melihat para wanita … Young generation terutama sangat kreatif… Semoga mereka tdk lupa utk berbagi dan tidak pelit ilmu dengan wanita2  lain yg belum mengecap “terang”
Apakah profesi Ika saat ini?
Ibu rumah tangga yg kebetulan juga Dosen, makeup artist dan pekerja sosial … *sok sibuk*. Begitu pula saat ini… Apa yg saya kerjakan banyak dipengaruhi oleh lingkungan saya…
1. Ibu rumah tangga.
Setelah lebih dari 10 tahun berkecimpung di dunia PR akhirnya saya memilih utk melepasnya karena saya ingin punya lbh byk waktu untuk anak saya yg sdh saya tunggu selama 7 thn perkawinan.
2. Dosen luar biasa (bukan dosen tetap).
Dunia pendidikan memberikan warna tersendiri bagi saya; sharing ilmu  sehingga ilmu saya tidak sia-sia dan juga bertemu dg mahasiswa membuat saya merasa selalu muda … (sambil tertawa)
3. Makeup artist
Ini ternyata merupakan passion saya yg sesungguhnya dimana keinginan itu sdh ada sejak kecil karena serin melihat ibu saya yang bekerja sebagai beauty consultant l  dari 15 thn di salah satu kosmetik indonesia.
4. Pekerja Sosial
Sebagai survivor breast cancer … Akhirnya saya bisa  mensyukurinya sebagai berkah… Dimana saya harus bisa berbagi pengalama dengan orang lain : kampanye early detection dan pendampingan pasien.
 Profesi gado-gado itu secara tdk langsung menyeimbangkan  hidup kok… Krm smuanya itu bisa diatur sendiri waktunya, gak perlu ngajuin cuti klo mau liburan or kalau ART tiba2 mudik ….Well… Kalau saya ditanya ttg  cita … Saya teringat cita2 wkt kecil yg selalu berubah dg sejalan waktu….. dan itu banyak dipengaruhi oleh lingkungan disekitar kita.
Jadi cita2 saya sekarang lebih simple… Supaya bisa berguna untuk orang lain…

astri portrait

Astri Wahyuni

Karyawan swasta

Ibu dari Zee dan Aliza

IG: @buneastri

www.astriwahyuni.wordpress.com

Apakah profesi ibu saat ini? 

Mengapa ibu memilih profesi tersebut?

Saat ini saya bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta sebagai external affairs manager, pekerjaan saya berkaitan dengan urusan government relations dan pemerintahan. Rasanya saya tidak memilih profesi ini, kalau saya memilih untuk bekerja iya. Karir saya dimulai menjadi wartawan lalu bekerja di bagian CSR sehingga profesi ini melengkapi portofolio karir saya. Jadi mungkin profesi ini yang memilih saya hehe

2.Apakah profesi tersebut sesuai dengan keinginan/cita-cita ibu?

Tidak persis, dulu saya bercita-cita jadi dokter, namun tidak lulus UMPTN. Namun berjalannya karir, saya menyadari ini masih sesuai dengan cita-cita saya, passion saya adalah contribute to society. Di karir ini saya mengalami bagaimana pihak swasta bisa berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dan terlibat dalam proses kebijakan publik.

3.Apakah kendala yang ibu hadapi saat ibu memutuskan ingin mengejar keinginan/cita-cita ibu? 

Hmm.. apa ya, menurut saya wajar jika dalam mengejar mimpi kita dihadapkan pada berbagai tantangan. Menurut saya tantangan terbesar adalah diri kita sendiri, bagaimana kita memotivasi diri supaya tidak mudah menyerah, terus bersemangat, dan percaya bahwa dengan kerja keras semua bisa diatasi. Kalau itu udah beres, Insya Allah tantangan apapun bisa dilalui

4.Menurut ibu, adakah perbedaan antara peran perempuan dan laki-laki di dunia kerja ibu? 

Saya selalu percaya laki-laki dan perempuan hanya berbeda biologisnya saja, lainnya sama. Untungnya tempat kerja saya adalah tempat kerja yang fleksibel bagi karyawan perempuan, kami mendapat hak kerja dari rumah seminggu sekali, ada daycare dan ruang menyusui. Lain dari itu semua opportunity sama, bahkan 4 dari 9 jajaran direksi adalah perempuan, jadi semua memiliki opportunity yg sama. Kadang-kadang saja perempuan ada periode PMS sehingga lebih sensitif, tapi lagi-lagi itu karena biologis bukan kompetensi.

5. Selain profesi yang Anda tekuni saat ini, apakah kegiatan ibu yang lain? 

Saya senang menulis dan membuat prakarya bersama anak-anak saya.

6.Bagaimana Anda menyeimbangkan peran sebagai ibu dan tetap sukses berkarya? 

Menurut saya kuncinya adalah membuat prioritas, buat saya keluarga adalah utama. Sebagaimanapun pentingnya rapat di kantor misalnya, kalau anak saya sakit ya saya tinggal. Selain itu memiliki supporting system yang oke juga penting, suami yang mau berbagi peran sampai asisten rumah tangga yang baik dan kooperatif menjadi faktor pendukung penting bagi ibu bekerja seperti saya. Terakhir  managing expectation, kita tidak bisa sempurna di semua hal, yang penting buat saya sehat dan bahagia menjadi utama.

????????????????????????????????????

Tian Melisa

 full-time mom dan entrepreneur

Ibu dari Zee dan Allene

Fb: djavadwipa@gmail.com
IG : @djavadwipa

1.Apakah profesi ibu saat ini? 
FTM (full time mother) dan entrepreneur.

Mengapa ibu memilih profesi tersebut?

Mengapa entrepreneur..karena menurut saya menjadi entrepreneur itu menyenangkan, tidak terikat waktu dan banyak pilihan sesuai dengan minat dan hobi masing masing.

2.Apakah profesi tersebut sesuai dengan keinginan/cita-cita ibu?

Hmmm mendekati..
Dulu waktu jaman SMA saya senang sekali melihat hasil rancangan Ghea,  Adji Notonegoro dan banyak lagi desainer2 lain yang beken di majalah remaja saat itu.

3.Apakah kendala yang ibu hadapi saat ibu memutuskan ingin mengejar keinginan/cita-cita ibu?

Kendala pasti ada ..
Kendalanya adalah saat saya memutuskan untuk fokus memperdalam ilmu ‘fashion design’ ,saya menghadapi keterbatasan waktu dan jarak. Dan akhirnya saya memilih belajar secara otodidak.

4.Menurut ibu, adakah perbedaan antara peran perempuan dan laki-laki di dunia kerja ibu? 

Untuk perempuan bekerja bedanya hanya hal membagi waktu antara pekerjaan dan mengurus anak. 
Dari segi waktu,  laki laki bisa lebih banyak berkarya daripada perempuan.

Waktu perempuan lebih sempit karena banyak sekali segmen-segmen waktu yang harus dibagi dengan kegiatan di rumah dan di luar sekolah buah hati tercinta.

5. Selain profesi yang Anda tekuni saat ini, apakah kegiatan ibu yang lain? 
Yoga, Cooking, baking, arisan,

6.Bagaimana Anda menyeimbangkan peran sebagai ibu dan tetap sukses berkarya?

Intinya masalah waktu. Saat anak sekolah,  saya beraktivitas. Dan saat anak dirumah saya mendampingi mereka.Saya jadwalkan kegiatan saya dikala anak anak sekolah. Saya sediakan waktu untuk mengantar atau menjemput mereka ke sekolah. (*salah satu)
Biasanya mereka berangkat dengan jemputan dan pulang sekolah dengan saya. Namun untuk memberikan semangat ekstra pada mereka, mereka berangkat dan pulang dengan saya kalau sedang ujian.

Belakangan baru saya sadari bahwa quality time dengan anak-anak itu bisa  terjadi pada saat di perjalanan singkat sekolah-rumah. Anak2 bisa cerita lepaaaas apa saja yang dia alami di sekolah dari pagi sampai sore..

Disaat  anak-anak sekolah, saya mulai menyentuh kain-kain cantik, foto-foto kain, upload sana sini,  ber-chit chat dengan teman-teman sesama penggemar kain nusantara untuk melakukan Pre Order,  mencari ide desain, belanja kain dan aksesoris, mixand match kain, dan lain sebagainya. Terkadang hal-hal ini pun dilakukan pada malam hari.

Ledy portraitLedy Efrita

Marketing Manager

Ibu dari Sabar

  1. Apakah profesi ibu saat ini? Mengapa ibu memilih profesi tersebut?

Saya seorang Marketing Manager di salah satu perusahaan swasta yang bergerak di bidang furniture custom and project.

Mengapa saya memilih profesi ini,hmmm… jujur saja “kecebur”, hehehehe.. Karena pertama kali saya diterima bekerja diperusahaan ini ketika saya baru lulus kuliah (fresh graduate), awalnya saya hanya ingin mencoba sambil menunggu panggilan interview dari salah satu perusahaan swasta dan salah satu institusi yang memang pada saat itu menjadi “incaran” saya.

2. Apakah profesi tersebut sesuai dengan keinginan/cita-cita ibu?

Jujur saja sebenarnya profesi ini bukanlah passion/cita-cita saya, saya bercita2 menjadi seorang diplomat/atase yang memang sangat sesuai dengan latar belakang pendidikan saya yaitu Hukum Internasional.

3. Apakah kendala yang ibu hadapi saat ibu memutuskan mengejar keinginan/cita-cita ibu?

Kendala yang saya hadapi lumayan banyak lah ya…karena sampai tahun ke-3 saya bekerja diperusahaan ini, saya masih sangat bersemangat mengejar cita-cita saya menjadi seorang diplomat. Tetapi pada tahun kedua saya bekerja diperusahaan ini saya mendapat musibah yaitu ayah saya dipanggil Tuhan, ayah saya meninggal secara mendadak dikarenakan pecahnya pembuluh darah di otak. Kejadian ini menjadi titik balik dalam kehidupan saya, dimana pada saat itu otomatis semua tanggung jawab keluarga ada dipundak saya.

Belum juga kering air mata dan belum juga habis rasa sedih yang kami rasakan, rentetan kejadian selanjutnya membuat kehidupan yang saya jalani berputar 180 derajat. Kami sekeluarga baru mengetahui jika ternyata perusahaan yang ayah saya jalankan telah diambil alih oleh wakilnya yang selama ini menjadi orang kepercayaannya, semua harta bergerak keluarga kami ludes alias sudah dijual kepada orang lain dengan alasan untuk membayar kewajiban perusahaan. Tidak berapa lama, datang beberapa orang yang mengaku jika ayah saya mempunyai hutang kepada mereka, yang setelah kami telusuri ternyata ada beberapa yang fiktif dan beberapa diantara dana tersebut digunakan untuk operasional perusahaan.

Ditambah lagi, masih ada 2 orang adik saya yang pada saat itu masih bersekolah dan juga kuliah sehingga biaya yang mereka butuhkan harus saya pikirkan. Termasuk rumah keluarga kami, sertifikatnya diagunkan ke bank guna membiayai operasional perusahaan.

Apa yang ada di dalam pikiran saya saat itu adalah bagaimana saya harus berusaha untuk menyelamatkan keluarga ini, membuat kami semua bertahan dari rentetan kejadian yang sama sekali tidak terduga. Kejadian ini membuat saya melupakan passion saya, yang saya pikirkan saat itu adalah bagaimana saya bisa bekerja dengan sangat baik dan menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan keluarga saya. Beruntung biaya sekolah adik saya dibantu oleh keluarga dari ibu sehingga beban saya bisa berkurang.

4. Menurut ibu, adakah perbedaan antara peran perempuan dan laki-laki di dunia kerja ibu?

Perbedaan tersebut pasti ada, walaupun di era sekarang emansipasi wanita sudah digaungkan kemana-mana. Contoh kecilnya saja, dengan profesi yang saya geluti sebagai seorang marketing, banyak klien “nakal” yang masih menganggap marketing wanita itu pasti wanita yang senang dengan kehidupan hedon, merokok, dan clubbing. Padahal kehidupan saya jauh sekali dari hal seperti itu, saya tidak merokok karena sejak kecil saya punya penyakit asma. Kalau banyak menghirup asap, saya malah merasa sesak hehehe.. Saya tidak suka clubbing, karena saya orangnya seneng tidur walaupun seringkali saya tidur larut malam dikarenakan tuntutan kerja ataupun membaca buku. Sehingga tips yang selalu saya lakukan dalam menghadapi klien2 seperti ini adalah, saya tetap menunjukkan attitude dan manners yang baik dan sopan sehingga mereka menyadari bahwa saya bukanlah seorang marketing wanita yang “nakal”. Saya juga selalu mengajak rekan kerja untuk menemani saya jika situasinya tidak memungkinkan untuk saya hadapi sendiri.

5. Selain profesi yang Anda tekuni saat ini, apakah kegiatan ibu yang lain?

Selain bekerja saat ini saya adalah seorang Ibu untuk seorang anak laki-laki, tepatnya anak angkat saya yang sudah berusia 4 tahun 8 bulan. Latar belakang kenapa saya mau mengadopsi anak ini yaitu karena kasih dan kemanusian. Anak saya sejak umur 3 hari sudah kami (saya dan ibu saya) ambil dan kami asuh. Ibunya adalah sepupu saya sendiri, melahirkan dia tanpa seorang ayah.  Begitu lahir anak itu tidak dirawat dengan baik dan ada indikasi akan diberikan/diserahkan kepada orang lain dengan imbalan. Begitu kami mendengar info ini, ibu saya langsung menyelamatkan anak ini, daripada diserahkan kepada orang lain yang tidak kami kenal latar belakang dan asal usulnya. Saat saya memutuskan hendak mengadopsi anak ini dipikiran saya hanyalah ingin membuat dia menjadi anak yang baik, berguna, berpendidikan dan harus menjadi orang yang lebih baik.

6. Bagaimana Anda menyeimbangkan peran sebagai ibu dan tetap sukses berkarya?

Mungkin untuk saat ini saya belum dapat dikatakan 100% menjadi “ibu” yang baik bagi anak saya, karena yang mengasuh sehari-hari ketika saya bekerja adalah ibu saya. Tetapi hal yang biasa saya lakukan adalah ketika saya pulang kerja, saya selalu mengajak dia ngobrol, bertanya apa saja yg sudah dia lakukan seharian dan bisanya pada saat weekend atau pun hari libur saya usahakan mengasuh dan mengurus dia full time.

Saya juga sering menjelaskan kepada anak saya kenapa saya harus bekerja,kenapa saya harus pulang malam ataupun kenapa saya harus bekerja di hari libur, sehingga dia paham apa yang saya lakukan  dan mengerti alasan mengapa saya melakukan itu.

Ada satu waktu dimana saya mencoba flashback melihat rentetan kehidupan yang sudah saya lalui, dimana saya dan keluarga pernah terpuruk dan kemudian mencoba untuk berjuang dan bisa berdiri dan bangkit kembali hingga saat ini. Terkadang saya tidak percaya atas kekuatan dan segala hal yang dapat saya lakukan sebagai seorang wanita dengan status sebagai tulang punggung keluarga. Saya yakin bahwa kekuatan itu berasal dari keinginan, keikhlasan, kasih dan naluri yang kuat dari seorang wanita yang ingin melindungi apa yang dicintainya dan yang paling utama adalah berkat/ridho dari Tuhan Yang maha Pengasih.

 

davina portraitDavina,

Pendidik Sekolah Dasar

Ibu dari Rasya dan Nezka

 

1.Apakah profesi ibu saat ini? Mengapa ibu memilih profesi tersebut?

Saya bekerja sebagai seorang pendidik di salah satu sekolah dasar swasta di Bogor.

Awalnya tidak pernah terpikir untuk menjadi guru/pendidik. Saat itu hanya coba-coba saja, dan  akhirnya jatuh cinta.

2.Apakah profesi tersebut sesuai dengan keinginan/cita-cita ibu?

Tentu tidak, hahaha… Saya selalu ingin menjadi diplomat. Pergi dan tinggal di negara-negara baru, bertemu orang dari berbagai bangsa, mengasah kemampuan berbahasa saya, that’s my dream. Being a teacher was not on my dream list. Definitely not.

3. Apakah kendala yang ibu hadapi saat ibu memutuskan mengejar keinginan/cita-cita ibu?

When being a diplomat was out of reach, I made up my mind. I chose broadcasting as my new dream. I was offered a position in one of the famous TV stations at that time, but I also received an offer from the school that I’m working now. It was totally a dilemma. I then came to see my Dad, as I normally do anytime I’m confused, and he talked sense to me. He asked me my priority: was it career or family? My answer was clear. I wanted to build a family. So, teaching it is

4.Menurut ibu, adakah perbedaan antara peran perempuan dan laki-laki di dunia kerja ibu?

No, in terms of teaching and working as a school employee, we are equal.

5. Selain profesi yang Anda tekuni saat ini, apakah kegiatan ibu yang lain?

Managing my very own online shop which focused on fashion and healthy lifestyle. And of course managing a happy, amazing little life with my husband and two babies at home.

 6. Bagaimana Anda menyeimbangkan peran sebagai ibu dan tetap sukses berkarya?

I always believe that family comes first. So whatever I do, I do it for my family. No matter how tired I am at work, I never show it to my kids. When I’m at home, I’m their mom, friend, chef, teacher, detective, sometimes even a horse to ride on, so yeah, I’m theirs. I made my choice and I have to be responsible with that choice. There’s no excuse. The point is, I love what I do. I love teaching and maybe that’s why I never complain. My job has given me what I need: a chance to improve myself and plenty of time for my little family at home

 

Masih banyak tantangan untuk perempuan Indonesia, namun semua itu tidak Ika Damayantiakan menyurutkan cita-cita kita.
Semoga apa yang dilakukan oleh mereka dapat menginspirasi perempuan Indonesia dan apa yang dicita-citakannya dapat diwujudkan…
Selamat Hari Kartini Perempuan Indonesia.

Leave a Reply