Meningkatkan Nafsu Makan pada Anak Anda


8th of March, 2008.


Menurunnya nafsu makan pada buah hati tercinta memang acap kali menjadi problema umum yang terjadi disekitar keluarga. Kehilangan nafsu makan sebenarnya bukan haya monopoli anak-anak saja namun kita sebagai orang dewasa juga pasti pernah mengalaminya. Namun, perlu di waspadai bila gejala penurunan nafsu makan pada anak-anak berlangsung lebih dari satu minggu. Penyebabnya bisa disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor penyakit dan faktor non penyakit.
Beberapa penyakit yang bisa menyebabkan buah hati kita kehilangan nafsu makannya adlaah seperti radang perut, maag, kurang darah, infeksi, demam, TBC/Flek paru, sakit tenggoran, gigi, cacingan, gigi baru tumbuh atau tanggal, serta penyakit lainnya. Sedangkan faktor non penyakit biasanya berupa trauma pada makanan seperti rasa makanan yang tidak enak, bentuk makanan yang tidak menarik, aroma yang tidak menyenangkan pada makanan, tekanan psikologis dari orang tua seperti tekanan untuk menghabiskan makanan, mencari perhatian atau cemburu pada saudara. Dan bisa juga lantaran persoalan psikis, biasa disebut anoreksia nervosa. Gejala ini muncul akibat kondisi psikis anak, seperti keadaan yang hendak berangkat remaja sehingga anak ta-kut gemuk di tengah teman gaulnya yang rata-rata kerempeng, atau adanya gangguan emosional tertentu sehingga anak tergerak menjauhi makanan. Hilangnya nafsu dan keinginan untuk makan jenis ini sering diiringi berkurangnya berat badan.

Selain faktor diatas, yang justru seringkali kita temui adalah kebiasaan anak yang suka sekali makan cemilan. Meskipun mengemil adalah kebiasaan yang baik, sebagian besar cemilan yang dikonsumsi oleh anak-anak kita ternyata bukan cemilan yang baik untuk mereka. Bila dibiarkan untuk memilih sendiri, maka anak-anak cenderung akan membuat pilihan yang buruk, mereka akan lebih memilih makanan yang manis-manis dengan zat pemanis buatan dan kadar lemak yang tingga, atau gorengan dan makanan gurih lain yang kandungan lemak dan garamnya tinggi. Oleh karena itu, para orang tua berperan penting untuk memberikan pilihan cemilan yang lezat tapi sehat, seperti buah dan sayuran segar, atau bahkan roti tangkup. Kebiasaan mengemil ini bisa mempengaruhi nafsu makan anak.

Nah, pertanyaannya adalah: Bagaimana cara mengatasi hal di atas? Sebetulnya mudah sekali yaitu cari tahu apa yang menyebabkan anak sulit makan. Bila karena faktor penyakit rujuk anak Anda untuk di periksa oleh dokter.

Namun bila karena faktor diluar penyakit maka anda harus membuat perubahan-perubahan yang bisa merangsang timbulnya nafsu makan sang anak.

Perlu diketahui bahwa nafsu makan pada anak yang sedang dalam usia pertumbuhan memang terkadang bisa fluktuatif tajam naik turun. Bila tidak disertai oleh gejala klinis maka hal ini masih di anggap normal. Perlu kejelian para orang tua untuk mengatasi hal ini mengingat pada usia golden age (usia tumbuh kembang), anak justru sedang membutuhkan asupan nutrisi yang tepat guna dan mencukupi. Jangan sampai asupan nutrisinya terganggu karena perubahan nafsu makan yang naik turun.

Ada baiknya ketahui lebih dulu pola makan yang baik untuk anak. Setiap hari, anak-anak membutuhkan paling tidak 100 kalori/kg berat badannya. Namun, untuk bayi tentu berbeda.
  • Bayi umur 0-4 bulan: diberi ASI eksklusif.
  • Bayi lebih dari 4 bulan: ajarkan mengonsumsi makanan padat seperti buah, biskuit dan bubur yang diperuntukan bagi bayi.
  • Usia enam hingga satu tahun: perkenalkan dengan nasi tim.
  • Usia 1 tahun ke atas: sebaiknya dibiasakan pola makan anak, tiga kali makanan padat dengan dua kali makanan ringan.
Pemberian suplemen vitamin anak-anak untuk mengoptimalkan nafsu makan dapat diberikan dengan bijaksana. Fungsi multivitamin ini lebih ke arah untuk kelengkapan asupan nutrisi anak yang secara tidak langsung akan membantu perbaikan metabolisme sehingga tubuh menjadi jauh lebih fit dan sehat. (TJ)




[Back]

 

 




Foto Minggu Ini
Baby Aisha
Lahir 25 Juni 2008
Baby Aisha

album : Aisha Zanetta Khairani