CURRICULUM VITAE : Senjata Utama Untuk Memburu Pekerjaan


13th of October, 2006.

CVSetelah satu atau dua tahun menjadi ibu rumah tangga penuh waktu, Anda merasa siap untuk kembali bekerja.  Sambil mencari-cari lowongan kerja, jangan lupa untuk meng-up grade CV alias Curriculum Vitae Anda.

CV penting sekali bagi Anda yang akan hunting pekerjaan.  Karena CV adalah alat untuk memasarkan potensi diri.  Ibaratnya, CV adalah brosur yang mendata keahlian apa yang dapat Anda sediakan bagi perusahaan.  Melalui CV-lah, para calon boss Anda akan memberi penilaian awal, apakah Anda cocok atau tidak untuk pekerjaan ini. 

Kalau calon boss Anda tidak dapat melihat potensi ataupun kelebihan yang Anda miliki, di dalam CV Anda, hilanglah sudah satu kesempatan emas Anda.

Menulis CV memang gampang-gampang susah. Tidak sedikit orang yang sebenarnya sangat cakap (qualified) tetapi malah tidak dipanggil untuk wawancara, dikarenakan CV-nya tidak dapat menarik perhatian para penentu keputusan.  CV yang terlalu canggih (panjang dan berbelit-belit) seringkali malah berakhir di keranjang sampah sebelum sempat dibaca dengan teliti. Sebenarnya, tidak ada ketentuan yang benar-benar baku untuk menentukan panjang CV, karena panjang atau pendeknya CV akan sangat tergantung dari pengalaman Anda.  Yang paling penting, gunakan bahasa yang lugas dan mangkus (efisien) saja.  Sopan tapi tidak berbunga-bunga.  Seringkali CV jadi panjang karena banyak ’dibumbui’ bunga-bunga atau informasi yang tidak perlu.

Informasi Apa Yang Harus Ada Dalam CV?
Idealnya sih, semua pengalaman dan potensi Anda dapat ’dibaca’ dari satu halaman CV saja.  Tetapi kalau dengan satu halaman terlihat ’bersesakan’ hingga malah menyulitkan pembacanya,  buat saja menjadi 2 halaman.  Sebaiknya CV memang jangan terlalu panjang, karena para decision maker itu seringkali tidak punya banyak waktu.  Anda akan dapat menjelaskan secara rinci dan panjang lebar tentang isi CV Anda itu nanti ketika wawancara.

Tak perlu pula Anda terpaku pada teori-teori disain CV tertentu.  Percayalah pada diri sendiri.  Pastikan bahwa Anda sudah memasukkan informasi yang paling penting ke dalam CV Anda, seperti; data pribadi, pengalaman kerja, riwayat pendidikan, prestasi, serta referens. 

Data Pribadi
Informasi yang harus ada adalah nama lengkap, nama panggilan (untuk memudahkan penyeleksi mengingat Anda), usia (jika pekerjaan yang Anda lamar mensyaratkan batasan usia), alamat terbaru, alamat email, dan nomor telepon yang mudah untuk dihubungi (bisa nomor HP saja atau nomor telepon rumah dan HP).  Dalam kelompok ini, Anda juga dapat memasukkan keahlian khusus yang Anda miliki, misalnya penguasaan bahasa, penguasaan perangkat lunak tertentu, dll. 

Pengalaman Kerja
Dalam urutan waktu mulai dari yang terbaru, tuliskan semua pengalaman kerja yang berhubungan dengan pekerjaan yang tengah Anda lamar, meskipun pekerjaan itu bersifat voluntary, magang, atau sementara (menggantikan orang yang sedang cuti melahirkan, misalnya).

Setiap pekerjaan hendaknya menyebutkan posisi/jabatan Anda, lamanya Anda memegang posisi tersebut, tanggung jawab atau deskripsi kerja Anda, prestasi yang Anda buat dalam pekerjaan tersebut, dan nama perusahaan atau organisasi tempat Anda bekerja.

Riwayat Pendidikan
Anda dapat memasukkan semua pendidikan yang telah Anda tempuh, baik yang sifatnya formal maupun non-formal, seperti kursus-kursus, workshop, seminar.  Penulisan riwayat pendidikan juga sebaiknya dilakukan secara kronologis terbalik (mulai dari yang terbaru). 

Untuk memudahkan pembaca, sebaiknya Anda memisahkan pendidikan formal dan non-formal.  Anda juga tak perlu merinci riwayat pendidikan formal Anda hingga ke tingkat pendidikan dasar, kalau untuk keperluan melamar pekerjaan.  Cukup sampai ke tingkat pendidikan menengah atas saja.

Bila ’koleksi’ riwayat pendidikan non-formal Anda ternyata cukup panjang, pilihlah yang sesuai atau berhubungan dengan pekerjaan yang tengah Anda lamar.  Ini untuk menonjolkan kualifikasi Anda dalam bidang pekerjaan yang sedang Anda ’incar’ itu.

Kecuali disyaratkan dalam iklan, sebaiknya Anda tak perlu melampirkan foto kopi ijasah atau sertifikat pendidikan apapun.  Kalaupun Anda ingin atau menganggap perlu melampirkan bukti pendidikan Anda itu, cukup fotokopi dari ijasah pendidikan tinggi yang paling akhir saja.  Kalau Anda dipanggil untuk wawancara, barulah foto kopi dari dokumen-dokumen tersebut Anda bawa serta.
 
Prestasi atau Penghargaan
Di sinilah Anda menuliskan semua prestasi dan penghargaan yang Anda raih sejak di tingkat menengah atas.  Misalnya, juara di lomba karya ilmiah, memperoleh penghargaan di suatu kontes merancang situs web, menulis beberapa buku, menulis artikel dalam surat kabar atau majalah, dan lainnya.  Prestasi maupun penghargaan tersebut mungkin saja tidak berhubungan langsung dengan pekerjaan yang Anda lamar, tetapi itu akan menunjukkan Anda memiliki bakat atau keahlian lain.

Referens
Adalah nomor-nomor telepon orang-orang yang dapat dimintai keterangan tentang kinerja Anda, biasanya adalah atasan Anda dulu.  Tentunya, Anda harus meminta persetujuan orang yang bersangkutan sebelum Anda mencantumkan nomor teleponnya dalam CV Anda.  Apabila perusahaan tempat Anda bekerja dulu memberikan surat referensi ketika Anda berhenti kerja, tak ada salahnya melampirkan fotokopi surat referensi tersebut.

Jangan Berbohong
Sampaikan semua informasi dengan sejujurnya. Bila ada masa kosong dalam riwayat pekerjaan Anda, yaitu waktu dimana Anda tidak bekerja, sebaiknya kemukakan saja alasan sesungguhnya.  Biasanya orang berhenti kerja untuk sekolah lagi.  Tetapi kalaupun alasan Anda berhenti kerja karena untuk mengurus anak dan rumah tangga, katakan saja demikian.  Memang kenyataannya, dunia kerja di negara kita ini belum menghargai profesi ibu rumah tangga penuh waktu.  Tetapi kalau Anda berbohong dan menutupi-nutupinya, berarti Anda tidak menghargai diri sendiri.  Selain itu, orang yang menyeleksi ’jauh’ lebih ahli dan mereka pasti akan segera mengetahui kalau ada ’ketidakwajaran’.  Kalau sampai kebohongan Anda itu ketahuan, kredibilitas dan reputasi Anda akan hancur sebelum Anda sempat menunjukkan potensi Anda yang sebenarnya. 

Cetak CV pada kertas A4 yang polos saja, tetapi berkualitas bagus.  Maksudnya, bukan yang berwarna-warni, bermotif atau bahkan yang wangi.  Baca ulang hasil cetakan untuk memastikan tidak ada kesalahan mengetik.  Kalau memungkinkan, mintalah bantuan orang lain, entah suami atau saudara, untuk mengeceknya.  Pastikan Anda mengikuti semua persyaratan yang ada dalam iklan pekerjaan tersebut. 

Jangan remehkan juga surat pengantar (covering letter). Surat pengantar sebaiknya ringkas saja, tetapi menarik perhatian pembacanya (dalam hal ini tentu saja calon boss Anda) untuk menyimak CV Anda.  Anda dapat secara ringkas menceritakan potensi atau prestasi Anda yang (menurut Anda) paling baik sepanjang perjalanan karir Anda, di dalam surat pengantar tersebut. Sudah tentu Anda harus membuat surat pengantar yang berbeda untuk setiap jenis pekerjaan yang Anda lamar.

Selalu Perbaiki CV Anda
Kesempatan baik bisa datang kapan saja.  Oleh karena itu, alangkah baiknya bila Anda memiliki CV yang lengkap dan selalu Anda update.  Setiap kali Anda berhasil menyelesaikan suatu proyek, mengikuti seminar atau kursus, segera tambahkan ke dalam CV Anda.  Dengan demikian, Anda memiliki CV yang siap setiap saat untuk Anda gunakan.  Anda hanya tinggal menyesuaikan dengan jenis pekerjaan yang akan Anda lamar.(EG)
image source: http://cv.o0o.ch


”Curriculum Vitae : Senjata Utama Untuk Memburu Pekerjaan” dirangkum dari : www.bbc.co.uk dan www.cvtips.com




[Back]

 

 




Foto Minggu Ini



album : Na70s family